DPRD Batam Sahkan Perda Tentang Berbusana dan Berbahasa Melayu

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Peraturan Daerah (Perda) tentang pemajuan kebudayaan melayu disahkan dirapat paripurna, Jumat (2/3/2018) lalu. Ke sembilan fraksi di DPRD Batam menyetujui perda tersebut.

Diharapkan perda ini menjadi payung hukum dalam upaya pemajuan kebudayaan melayu dan sekaligus menjadikan Batam sebagai kota pariwisata berbasis budaya.

“Ini merupakan langkah penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” kata Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Perda pemajuan kebudayaan melayu, Rohaizat, kemarin.

Menurut dia, perda ini mengatur 12 objek pemajuan kebudayaan melayu, seperti tradisi lisan, manuskrip, cagar budaya, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, seni bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Dari sisi adat istiadat misalnya, diatur mengenai pakaian adat melayu dan kelengkapannya. Penetapan dilakukan walikota setelah mendapatkan rekomendasi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.

Selain itu juga diatur kewajiban pengelola tempat hiburan, hotel, restoran, bandara, pelabuhan dan tempat perbelanjaan untuk memperdengarkan musik dan lagu melayu kepada pengunjung dan wisatawan. Termasuk menyediakan makan melayu bagi pengelola hotel.

“Aturan teknisnya nanti dijelaskan di perwako,” sebut Rohaizat.

Di perda ini juga mewajibkan bagi pengelola bandara, pelabuhan dan tempat-tempat pelayanan publik lainnya untuk mempergunakan bahasa mlayu dalam memberikan informasi publik.

Contoh di Bandara Hang Nadim, bila selama ini informasi publik disampaikan dalam dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris, maka nanti ditambah bahasa melayu.

“Sebelum ditetapkan kita undang pihak terkait, dan mereka menyambut baik dengan kewajiban ini,” paparnya.

Perda ini juga mengatur bagaimana cara atau strategi dalam memajukan kebudayaan melayu, yakni melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.

Dengan penegasan ini diharapkan Batam tidak kehilangan jati diri dan mampu memperkuat ketahanan budaya yang bertumpu pada kebudayaan melayu ditopang kebudayaan lain.

“Hal ini juga sejalan dengan visi misi wali kota Batam untuk menjadikan Batam sebagai kota wisata,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa. Ia berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membahas ranperda ini sehingga bisa disahkan menjadi perda.

Adapun langkah selanjutnya ialah menyerahkan ke gubernur untuk dievaluasi dan sekaligus ditembuskan pada menteri dalam negeri.

“Pemko mengucapkan terimakasih kepada pansus. Semoga apa yang kita cita citakan dapat terwujud,” kata dia.(*)

sumber: batampos.co.id

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.